Kecemasan dalam Pengambilan Keputusan dan Kehendak Tuhan
Michael Gembola di dalam CCEF Conference : Anxiety
Seminar ini menawarkan eksplorasi mendalam tentang bagaimana orang Kristen dapat menghadapi pengambilan keputusan di tengah tantangan kehidupan modern, tekanan budaya, dan kecemasan pribadi. Berikut adalah ulasan yang diperluas dengan integrasi teologi dan referensi Alkitab.
### Tema Utama
1. *Universitas Kecemasan dalam Pengambilan Keputusan*:
– Kecemasan dalam pengambilan keputusan memengaruhi individu di semua tahap kehidupan, mulai dari dewasa muda yang menghadapi pilihan karier dan hubungan hingga orang tua yang mengelola tanggung jawab sebagai pengasuh. Gembola menunjukkan bahwa tekanan budaya, seperti pilihan konsumen yang beragam dan narasi tentang penciptaan identitas diri, menjadi penyebab utama fenomena ini.
– Wawasan Alkitab: Kecemasan atas pengambilan keputusan bukanlah hal baru. Firman Tuhan memberikan penghiburan dalam Filipi 4:6-7: *“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”*
2. *Pengaruh Budaya dan Keluarga*:
– Narasi budaya sering kali mempromosikan kemandirian dan gagasan bahwa individu harus mendefinisikan identitas mereka melalui keputusan yang mereka buat. Sementara itu, dinamika keluarga, seperti tumbuh di lingkungan dengan kepribadian dominan, dapat menghambat kemampuan individu untuk membuat keputusan sendiri.
– Wawasan Alkitab: Amsal 3:5-6 melawan tekanan budaya ini dengan hikmat untuk *“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”*
3. *Kehendak Tuhan Melampaui Hal-Hal Spesifik*:
– Gembola mengarahkan ulang pandangan tentang kehendak Tuhan sebagai sesuatu yang terutama berkaitan dengan pengudusan dan pertumbuhan rohani daripada pilihan hidup tertentu. Ia menantang gagasan bahwa setiap keputusan harus sesuai dengan “Rencana A” yang misterius.
– Wawasan Alkitab: 1 Tesalonika 4:3 menyatakan, *“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.”* Ini menekankan bahwa kehendak Tuhan terutama adalah agar kita menjadi seperti Kristus daripada terobsesi pada keputusan situasional.
4. *Tantangan Pengambilan Keputusan dalam Kehidupan Modern*:
– Rasa takut membuat kesalahan, berkonsultasi berlebihan, dan mencari jaminan terus-menerus dapat menyebabkan kelumpuhan. Ini mencerminkan ketakutan yang lebih dalam akan konsekuensi dan ketidakpercayaan pada kedaulatan Tuhan.
– Wawasan Alkitab: Roma 8:28 memberikan penghiburan, *“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”* Bahkan keputusan yang tidak sempurna ada dalam kemampuan Tuhan untuk ditebus.
### Solusi Praktis dan Rohani
1. *Mengklaim Kembali Otoritas dari Tuhan*:
– Gembola menekankan konsep alkitabiah tentang pengelolaan, memandang keputusan sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita (Kejadian 1:28, 1 Petrus 4:10).
– Langkah Praktis:
– Pecah keputusan besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dikelola.
– Identifikasi preferensi pribadi dan berdoa untuk kejelasan.
– Bertindak dengan iman, percaya bahwa bimbingan Tuhan menyertai setiap langkah.
2. *Peran Doa*:
– Doa membangun kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan, memungkinkan individu untuk mencari kehendak-Nya sambil mengakui preferensi mereka sendiri. Yakobus 4:2 menyatakan, *“Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”*
– Panduan Praktis: Gembola mendorong orang percaya untuk meminta Tuhan secara spesifik atas apa yang mereka inginkan, dengan percaya bahwa Dia adalah Bapa yang baik yang memberikan yang terbaik (Matius 7:7-11).
3. *Mengubah “Bagaimana Jika” Menjadi “Sekalipun Jika”*:
– Beralih dari kecemasan spekulatif ke sikap iman adalah transformasi yang mendalam. Mazmur 139:7-10 menggambarkan ini dengan indah, terutama ayat 10: *“juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”*
– Panduan Praktis: Pola pikir ini membingkai ulang ketakutan, mempercayai bahwa Tuhan tetap berdaulat bahkan dalam ketidakpastian atau kegagalan.
4. *Menyeimbangkan Tindakan dan Istirahat*:
– Beberapa individu perlu didorong untuk bertindak, sementara yang lain perlu memperlambat langkah mereka. Gembola menghubungkannya dengan ketegangan antara keamanan dan risiko (Amsal 22:3 vs. Matius 16:24) dan antara perencanaan dan fleksibilitas (Lukas 14:28 vs. Yakobus 4:15).
5. *Membangun Kedewasaan Rohani*:
– Tuhan menggunakan pengambilan keputusan sebagai arena pengudusan, membentuk orang percaya untuk lebih mempercayai-Nya, bertumbuh dalam hikmat (Yakobus 1:5), dan memancarkan buah Roh (Galatia 5:22-23).
### Implikasi yang Lebih Luas
1. *Pendekatan Penuh Kasih*:
– Bagi konselor, pendeta, dan mentor, Gembola menekankan pentingnya menyeimbangkan tantangan dan dorongan. Ia membandingkannya dengan perkembangan dalam 1 dan 2 Korintus, di mana nasihat Paulus berevolusi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan komunitas.
2. *Bimbingan Tuhan sebagai GPS*:
– Gembola menolak gagasan pengambilan keputusan sebagai kesalahan besar yang tidak dapat diperbaiki. Sebaliknya, ia membandingkannya dengan GPS yang menghitung ulang rute, menegaskan bahwa Tuhan dengan penuh kasih mengarahkan kembali kita bahkan melalui jalan memutar (Mazmur 23:3-4).
### Kesimpulan
Seminar Michael Gembola ini adalah sumber daya yang kuat untuk memahami pengambilan keputusan dalam kerangka Kristen. Berdasarkan Alkitab, seminar ini memberikan kedalaman teologis dan alat praktis untuk menghadapi kecemasan. Dengan menekankan kepercayaan pada karakter Tuhan, peran kedewasaan rohani, dan pengelolaan tanggung jawab, Gembola membantu orang percaya menavigasi keputusan dengan iman, kerendahan hati, dan keyakinan. Dorongan untuk melihat keputusan sebagai peluang pertumbuhan sejalan dengan Roma 12:2: *“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”*
Refleksi saya ( Jeffrey Lim ) : Sebenarnya saya ada kalanya bergumul di dalam mengambil keputusan di tengah-tengah kecemasan agar supaya sesuai dengan kehendak Tuhan. Saya terbiasa terbentuk dengan pola flight ( lari ) di dalam mengambil keputusan Ketika ada bahaya atau cemas. Namun saya belajar bahwa harus belajar menghadapi dan mengambil keputusan dengan hikmat yang Tuhan berikan. Memang Tuhan tidak membukakan rencana pasti jelas seperti plan A atau plan B. Tetapi saya belajar bahwa menggunakan prinsip-prinsip Firman Tuhan seperti doa, menjauhkan diri dari dosa, tidak boleh egois, fokus pada apa yang baik, mulia, adil, manis, sedap di dengar, patut dipuji dll seperti dalam Filipi 4. Kemudian juga saya belajar kalau sudah mengambil keputusan selalu mau dikoreksi dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus.
Soli Deo Gloria
![]()