Buku Autobiografi – Curahan Hujan

Buku Autobiografi – Curahan Hujan

(5 customer reviews)

Rp75,000.00

Perjalanan hidup seorang yang sakit skizofrenia, dan dia mencari Tuhan. Yang disadari-nya, dia tidak punya jalan keluar kecuali Tuhan. Dari gejala nya sejak kecil, dan bagaimana sakit ini berkembang. Dia punya kebahagiaan hidup, hanya jalan hidup yang tidak pernah ia duga, melemparnya ke beban hidup yang sulit diterima. Seraya dia bertumbuh dewasa, ia semakin tahu bagaimana menghadapi hidupnya. Dan akhirnya, dia menemukan jalan keluar, yaitu iman pada Kristus Yesus. Dan percaya dia akan jadi orang yang lebih baik.

SKU: B-978-623-499-884-9 Category:

Description

ISBN | 978-623-499-884-9
14,8 x 21 cm, viii + 135 halaman
Cetakan ke-1, September 2024

Setiap cerita kehidupan punya makna dan nilai masing-masing. Seolah-olah hanya cerita kita sendiri yang paling berat.

Bicara soal cerita kehidupan, selalu kembali lagi pada Tuhan, Sang Pencipta

Tuhan Yesus, aku bersyukur atas segala karunia-Mu dalam hidupku.
Aku bersyukur atas keluarga, teman, tetangga, gereja, dan semua orang yang hadir dalam hidupku. Terima kasih karena mereka semua telah menjadi alat-Mu untuk membentuk kedewasaanku. Aku mohon kiranya Roh Kudus-Mu senantiasa hadir untuk menguatkan dan memampukanku dalam menghadapi berbagai masalah, agar aku dapat menyesuaikan diri dalam segala keadaan, dapat menanggung segala perlakuan dan menerima segala kondisi di sekitarku, serta dapat bekerja di bawah segala macam situasi sehingga aku dapat menjadi pelayan yang baik untuk menyalurkan kasih karunia Allah bagi pembangunan gereja Tuhan serta Kerajaan Allah.
Tuhan Yesus, aku juga bersyukur atas pengalaman hidup yang sudah Kauberi, baik suka maupun duka, yang mampu membuatku mengerti bahwa Engkau baik dalam segala hal. Dalam segala kelemahanku, kiranya Tuhan mau berkarya dan menjadikan hidupku sebagai buah pekerjaan-Mu.
Teruslah berkarya di dalam kami, ya Tuhan, agar kami dapat bersaksi bahwa Engkau baik bagi semua orang. Amin.

Dari Halaman132

Penulis sudah menjadi anak yatim sejak berusia enam tahun. Dia dibesarkan oleh seorang ibu dan memiliki seorang saudara laki-laki. Pendidikan tertingginya adalah Program Paket C yang setara dengan SMA. Pernah mencoba kuliah dua kali, tetapi karena terhalang dengan gangguan schizo akhirnya dia harus berhenti. Penulis pernah bekerja sebagai pedagang tas di Pasar Bogor. Namun, tokonya tutup sejak pandemi. Ia juga pernah bekerja sekali sebagai komentator Web. Pergumulan panjangnya untuk menikah akhirnya diserahkan kepada Tuhan. Sekarang, ia menggeluti dunia menulis, fotografi, dan hidup bergereja dalam Kristus Tuhan. Semuanya itu dilakukan sebagai cara untuk mengisi ruang waktu yang kosong dalam hidup. Penulis ingin agar semakin banyak orang melihat Kristus melalui hidupnya, terlebih dari hasil karya pekerjaannya.

Loading

5 reviews for Buku Autobiografi – Curahan Hujan

  1. Lina Wijaya

    Saya suka buku ini.Penulisnya baik.TUHAN YESUS MEMBERKATI EGAH.

  2. Shinta Kumalasari

    Dari dulu saya tertarik menonton film tentang perjalanan hidup seseorang. Kisah-kisah unik yang terjadi di kehidupan.

    Curahan Hujan, yang ditulis sendiri oleh Egah tentang perjalanan hidupnya adalah pengalaman awal saya mengikuti alur kisah kehidupan seseorang dengan cara membaca. Surprisingly , saya dapat ikut merasakan yang dituang penulis, yang disampaikan tersirat begitu gamblang, mengupas perasaan yang mewakili sebagian dari kita yang seringkali susah mengungkapkannya yang berkaitan dengan rasa bersalah / ketidak layakan , sehingga ini jadi berarti bagi pembacanya untuk bersama merasa apa adanya di hadapan Tuhan pencipta kita.
    Dan, buku ini untuk beginner reader juga mudah dibaca , selesai ± 2 hari . Sangat menantikan buku kedua penulis.

  3. Jessica Valentina

    Saya sudah membaca buku ini. Kisahnya mencelikkan, dan sangat jujur.
    Saya sungguh terkesan pada kerentanan penulis saat menunjukkan sisi lemahnya.
    Kejujuran adalah kunci utama dalam pemulihan.
    Semangat untuk penulis, tetap berkarya dan jadi berkat.

  4. Jeffrey Lim

    Buku yang jujur, terbuka, gamblang. Penulis yaitu Egah melukiskan pergumulan yang tidak mudah dengan gangguan kesehatan mental Skizofrenia. Di tengah penderitaan hidupnya, penulis tetap mengkaitkan dirinya sebagai anak Tuhan dan keberadaan Tuhan sebagai Pencipta dan Penebus dirinya. Semangat Egah dan terus berkarya. Ditunggu tulisan-tulisan dan bukumu yang berikutnya ! Tuhan memberkati !

  5. Lois

    Ketika membaca buku ini….sangat terberkati, karena penulis jujur, apa adanya, kondisi dan situasi apapun yang di alami tertuang dalam tulisan…dia tahu kelemahannya namun dia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, Semangat terus berjuang Kak Egah, jangan berhenti menulis. Tuhan Yesus memberkatimu. Amin

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter your keyword