Description
ISBN | 978-623-499-884-9
14,8 x 21 cm, viii + 135 halaman
Cetakan ke-1, September 2024
Setiap cerita kehidupan punya makna dan nilai masing-masing. Seolah-olah hanya cerita kita sendiri yang paling berat.
Bicara soal cerita kehidupan, selalu kembali lagi pada Tuhan, Sang Pencipta
Tuhan Yesus, aku bersyukur atas segala karunia-Mu dalam hidupku.
Aku bersyukur atas keluarga, teman, tetangga, gereja, dan semua orang yang hadir dalam hidupku. Terima kasih karena mereka semua telah menjadi alat-Mu untuk membentuk kedewasaanku. Aku mohon kiranya Roh Kudus-Mu senantiasa hadir untuk menguatkan dan memampukanku dalam menghadapi berbagai masalah, agar aku dapat menyesuaikan diri dalam segala keadaan, dapat menanggung segala perlakuan dan menerima segala kondisi di sekitarku, serta dapat bekerja di bawah segala macam situasi sehingga aku dapat menjadi pelayan yang baik untuk menyalurkan kasih karunia Allah bagi pembangunan gereja Tuhan serta Kerajaan Allah.
Tuhan Yesus, aku juga bersyukur atas pengalaman hidup yang sudah Kauberi, baik suka maupun duka, yang mampu membuatku mengerti bahwa Engkau baik dalam segala hal. Dalam segala kelemahanku, kiranya Tuhan mau berkarya dan menjadikan hidupku sebagai buah pekerjaan-Mu.
Teruslah berkarya di dalam kami, ya Tuhan, agar kami dapat bersaksi bahwa Engkau baik bagi semua orang. Amin.
Dari Halaman132
Penulis sudah menjadi anak yatim sejak berusia enam tahun. Dia dibesarkan oleh seorang ibu dan memiliki seorang saudara laki-laki. Pendidikan tertingginya adalah Program Paket C yang setara dengan SMA. Pernah mencoba kuliah dua kali, tetapi karena terhalang dengan gangguan schizo akhirnya dia harus berhenti. Penulis pernah bekerja sebagai pedagang tas di Pasar Bogor. Namun, tokonya tutup sejak pandemi. Ia juga pernah bekerja sekali sebagai komentator Web. Pergumulan panjangnya untuk menikah akhirnya diserahkan kepada Tuhan. Sekarang, ia menggeluti dunia menulis, fotografi, dan hidup bergereja dalam Kristus Tuhan. Semuanya itu dilakukan sebagai cara untuk mengisi ruang waktu yang kosong dalam hidup. Penulis ingin agar semakin banyak orang melihat Kristus melalui hidupnya, terlebih dari hasil karya pekerjaannya.
Saya sangat mengapresiasi tinggi buku autobiografi Egah, penyintas skizofrenia yang masih terus berjuang untuk pulih. Ini adalah sebuah buku yang sangat baik dalam menuturkan pengalaman hidup yang sangat kaya pada berbagai dimensinya. Egah menyampaikan dengan gamblang apa yang dialami, dipikirkan, dan dianalisanya dalam bentuk tulisan, yang membuat pembacanya dapat merasakan benar situasi dan keadaan yang Egah alami. Egah adalah seorang individu yang gelisah, tetapi mencoba rasional. Kegelisahan Egah dapat dilihat dari berbagai curahan pengalaman hidup yang sangat mendalam. Namun, Egah tidak berhenti dengan kegelisahannya. Dia bergerak secara rasional, berpikir, menganalisa, dan melihat dari berbagai perspektif. Inilah yang membuat buku ini layak menjadi referensi bagi semua yang ingin belajar tentang kesehatan mental dari orang yang langsung mengalaminya dan yang terus berjuang tanpa henti untuk pulih. Salut dan bangga buat Egah beserta keluarga yang sudah menunjukkan bahwa kebersamaan dan terus berjuang adalah pilihan yang dapat dipilih untuk mencapai pemulihan.
dr. Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS. Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi, Bogor; Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia ![]()


Lina Wijaya –
Saya suka buku ini.Penulisnya baik.TUHAN YESUS MEMBERKATI EGAH.
Shinta Kumalasari –
Dari dulu saya tertarik menonton film tentang perjalanan hidup seseorang. Kisah-kisah unik yang terjadi di kehidupan.
Curahan Hujan, yang ditulis sendiri oleh Egah tentang perjalanan hidupnya adalah pengalaman awal saya mengikuti alur kisah kehidupan seseorang dengan cara membaca. Surprisingly , saya dapat ikut merasakan yang dituang penulis, yang disampaikan tersirat begitu gamblang, mengupas perasaan yang mewakili sebagian dari kita yang seringkali susah mengungkapkannya yang berkaitan dengan rasa bersalah / ketidak layakan , sehingga ini jadi berarti bagi pembacanya untuk bersama merasa apa adanya di hadapan Tuhan pencipta kita.
Dan, buku ini untuk beginner reader juga mudah dibaca , selesai ± 2 hari . Sangat menantikan buku kedua penulis.
Jessica Valentina –
Saya sudah membaca buku ini. Kisahnya mencelikkan, dan sangat jujur.
Saya sungguh terkesan pada kerentanan penulis saat menunjukkan sisi lemahnya.
Kejujuran adalah kunci utama dalam pemulihan.
Semangat untuk penulis, tetap berkarya dan jadi berkat.
Jeffrey Lim –
Buku yang jujur, terbuka, gamblang. Penulis yaitu Egah melukiskan pergumulan yang tidak mudah dengan gangguan kesehatan mental Skizofrenia. Di tengah penderitaan hidupnya, penulis tetap mengkaitkan dirinya sebagai anak Tuhan dan keberadaan Tuhan sebagai Pencipta dan Penebus dirinya. Semangat Egah dan terus berkarya. Ditunggu tulisan-tulisan dan bukumu yang berikutnya ! Tuhan memberkati !
Lois –
Ketika membaca buku ini….sangat terberkati, karena penulis jujur, apa adanya, kondisi dan situasi apapun yang di alami tertuang dalam tulisan…dia tahu kelemahannya namun dia selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, Semangat terus berjuang Kak Egah, jangan berhenti menulis. Tuhan Yesus memberkatimu. Amin